Banjir bandang dan longsor yang menerjang wilayah Aceh yang terjadi beberapa pekan lalu mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah desa, di mana lokasi terjadi di Kabupaten Bireuen dan beberapa kabupaten lainnya. Khususnya di Desa Blang Mee, saat kejadian terjadi luapan air sungai krueng peusangan pada Rabu 26 November 2025 perkiraan pukul 05:30 Wib yang di sebabkan oleh curah hujan yang sangan tinggi. Saat kejadian pemerintah gampong blang mee bergerak cepat untuk melakukan evakuasi warga ke tempat yang lebih tinggi dengan bermodalkan kerja keras beberapa warga yang telah melakukan pemantau air sungai sejak dari malam hari, tepat pukul 12:00 Wib permukiman warga sudah mulai terendam setinggi rata-rata 2 meter. Sehingga malam pertama warga si ungsikan ke lokasi ekoduwisata payani,dan lokasinya yang jauh dari pusat kecamatan maka pengungsi pada hari kedua di relokasi ke SMA N 1 Kuta Blang. Seluruh warga dapat di arahkan untuk menetap di lokasi pengungsian, dikarenakan permukiman warga sudah tergenang banjir dan lumpur. Setelah hari ke tiga baru dapat dilakukan pendataan terkait dampak banjir, dimana jalan akses antar kecamatan tertimbun umpur. Dalam kejadian tidak ada korban jiwa, hanya harta benda yaitu rumah hanyut sebanyak 6 unit, rumah rusak berat 5 unit, gudang mesin 1 unit, dan jembatan akses ke polindes putus. Dari total penduduk 1663 jiwa tidak ada laporang korban jiwa. Untuk proses penanganan bantuan logistik sangat lambat dari pemerintah dikarenakan akses jembatan putus total, dan akses komunikasi telepon dan internet putus total karna banyak kerusakan di jaringan listrik, maka hari pertama sampai dengan hari ketiga pengugsian di upayakan logistik makanan dari dana desa, dan hari ke empat baru ada bantuan dari LSM AWF yang dapatkan dari relawan mahaiswa dari Jakarta. Setelah hari keempat barulah bantuan makanan berdatangan dari relawan dan pemerintah kabupaten dan provinsi.